|
History / Sejarah Silsilah Lands
|
Kori Kamandungan

Pintu Gerbang Kori Kamandungan
Kori Kamandungan adalah pintu masuk dengan
tipe kori kupu tarung yang berada disebelah
Selatan Maderata. Kamandungan berasal dari
bentukan kata mandung yang artinya berhenti,
hal ini dimaksudkan karena setiap orang yang
akan masuk karaton harus berhenti di tempat
itu sejenak, untuk mempersiapkan diri lahir
dan batin. Pada dinding tembok Timur, Barat
dan Selatan dari Kori Kamandungan ini
dipasang suatu cermin besar, dimana hal ini
mengandung maksud agar siapapun yang lewat
di area ini, dapat memeriksa diri sendiri
akan kepantasannya untuk menghadap raja, dan
setelah yakin akan persiapan dirinya, maka
masuklah dia ke dalam karaton.
Dari sudut Kebatinan Jawa, Kori Kamandungan
memiliki makna simbolistis sebagai berikut:
manusia harus dapat introspeksi diri pribadi
secara jujur, dan bila bodoh atau tidak tahu,
janganlah merasa pintar atau tahu, bila
jelek janganlah mengaku baik, dan sebagainya.
Diatas Kori Kamandungan terdapat gambar
bendera merah putih (gula kelapa) dan
bermacam senjata perang, dimana ditengah
terdapat gambar daun kapas, dan diatasnya
terdapat gambar mahkota, gambar tersebut
secara keseluruhan disebut SRI MAKUTO ROJO,
yang merupakan simbol dari Karaton Jawa
tempo dulu.
Arti dari simbol-simbol yang ada pada Sri
Makuto Rojo adalah sebagai berikut:
-
Gambar bermacam senjata, sebagai
simbol bahwa kerajaan Jawa selalu
menjaga kesentosaan negaranya.
-
Gambar daun kapas, merupakan simbol
dari upaya menjaga kemakmuran negara
dan bangsa.
-
Ditengah gambar lingkaran kapas dan
padi, terdapat gambar bulatan bundar
oval yang didalamnya terdapat gambar
matahari, bulan, dan bintang, serta
bumi yang tertancap oleh paku.
Secara detail, gambar tersebut
mengandung arti simbolis sebagai
berikut:
-
Matahari, dalam bahasa Jawa adalah
Suryo, dimana kata suryo ini adalah
merupakan nama Raja Amangkurat IV
dari Karaton Kartasura.
-
Bulan, dalam bahasa Jawa adalah
Sasongko, dimana kata sasangko ini
adalah merupakan nama dari KGPH
Purboyo dari Karaton Kartosuro.
-
Bintang, dalam bahasa Jawa adalah
Sudomo, dimana kata sudomo ini
adalah merupakan nama dari KGPH
Blitar dari Kraton Kartosuro.
-
Selanjutnya, persatuan darah dari
ketiga priyagung tersebut diatas
adalah perwujudan dari Paku Buwono
X, yang disimbolkan dalam gambar
buwana atau bumi yang dipaku.

Pintu
utama Kori kamandungan |
|