Pasinaon Sejarah

Grebeg Mulud - Sekaten

S. Candra Wujana
December 14, 2023

12 Mulud Warsa Jimawal 1957 ( 28 September 2023 ), Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Keraton Surakarta Hadiningrat menyelenggarakan upacara tradisi Grebeg Sekaten atau Grebeg Mulud. Rangkaian upacara yang diawali dengan mengeluarkan gunungan dan memasukkan kembali gamelan sekaten merupakan pertanda akhir dari prosesi di bulan Mulud.

Grebeg Mulud, yang pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 28 September 2023, dipadati oleh kehadiran masyarakat umum yang telah sejak pagi memadati area Keraton Surakarta hingga ke alun-alun utara. Sejak dulu, upacara tradisi keagamaan ini telah menarik minat banyak orang untuk datang. Pengunjung meluber dari halaman Masjid Agung, Alun-alun utara hingga ke depan Kori Kamandungan, gerbang depan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dimasa silam, sebelum era republik, Grebeg Mulud dimanfaatkan sebagai sarana politik raja mengontrol kekuasaan. Pada kesempatan tersebut para pengusa daerah bawahan diwajibkan sowan sambil sekaligus menyerahkan pajak ke Keraton. Lewat cara tersebut, raja akan mengetahui wilayah-wilayah yang setia atau tidak kepada Keraton.

Puncak acara Grebeg Mulud ditandai dengan keluarnya gunungan Kakung dan Gunungan Estri. Gunungan Kakung dan Gunungan Estri merupakan gambaran akan Lingga dan Yoni, simbol kesuburan masyarakat Jawa. Kedua Gunungan ini akan didoakan oleh ulama Masjid Agung dan akan diperebutkan ( rayahan ) oleh masyarakat yang telah sejak pagi berkumpul menunggu arak-arakan gunungan.

Dalam prosesi Grebeg Mulud tahun ini, Keraton Surakarta Hadiningrat turut membagikan koin uang ( udhik-udhik ) di depan pelataran Kori Kamandungan, sebagai simbol sedekah raja kepada rakyat. Antusiasme masyarakat yang masih sangat tinggi dalam rayahan gunungan maupun udhik-udhik ini, memberikan gambaran mengenai tradisi yang lestari dalam kepercayaan masyarakat, bahwa isi gunungan dan koin pemberian raja merupakan sebuah berkah bagi siapa saja yang memperolehnya.

Upacara tradisi Sekaten dalam Grebeg Mulud, merupakan bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan Allah SWT, sekaligus bukti syiar peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Grebeg Mulud juga merupakan sebuah bentuk pelestarian budaya serta tradisi leluhur yang masih bisa kita saksikan setiap tahun pada bulan Maulud.

Share this post
Tag 1
Tag 2
Tag 3
Tag 4